Keterasingan yang Istimewa

Pernah dengar istilah ‘bercermin di air keruh’? Atau pernah dengar ‘bernapas dalam lumpur’? Istilah ini setali tiga uang. Memang masih bisakah kita bercermin di air yang keruh? Atau bernafas dalam lumpur? 🙂 Bahkan bernafas dalam udara yang pengap dan kotor pun mungkin sudah sesak . Tentu dalam bayangan kita tinggal menghindar atau mengambil apapun yang bisa menutup hidung kita.

Ada banyak kondisi dalam kehidupan kita yang begitu ‘keruh’. Sementara kita (bagi yang sadar atau aware) yang masih berusaha menjadi ‘orang baik’ tentu merasa pengap jiwa. Kanan-kiri kita, atas-bawah kita, menghalalkan segala cara, me’lazim’kan yang ‘samar’, mem’biasakan’ yang salah, dan banyak sikap lainnya yang boleh dibilang benar-benar dianggap ‘gaya’ dan ‘biasa’ saja oleh sebagian yang menganggap demikian. Bahkan dalam kacamata mereka, orang yang idealis dianggap ‘lebay’. Sama, sebaliknya, yang idealis akan menganggap yang non-idealis sama ‘lebay’-nya.

Apa sajakah yang dianggap ‘asing’ alias aneh di zaman seperti ini? Berikut ini beberapa hal yang sering kita temukan di sekitar kita.

  1. Seseorang yang ingin membuat karya tulis ilmiah yang asli pada bagian pembahasan (terutama).
  2. Seseorang yang ingin mengerjakan tugas sekolah atau kuliah dengan mandiri.
  3. Seseorang yang ingin menyelesaikan tes dengan jujur.
  4. Seseorang yang berusaha melakukan sesuai komitmen atau aturan.
  5. Seseorang yang ingin memberi lebih pada setiap pekerjaannya.
  6. Seseorang yang ingin melalui jalur aman, bukan jalur ‘cepat’ asal dapat.
  7. Seseorang yang sederhana dalam sikap dan penampilan.
  8. Seseorang yang lebih mempertimbangkan pribadinya bukan fisik semata.
  9. Seseorang yang mencari tempat shalat pada waktunya saat di tempat hiburan atau belanja. (Mau bukti? Toh masih lebih banyak yang ‘lupa’ pada kewajibannya, di rumah lupa apalagi di tempat umum)
  10. Laki-laki yang bersedia berkorban memberikan tempatnya pada wanita.
  11. Wanita atau pria yang memilih pasangan tanpa proses ‘berlama-lama’ pacaran.
  12. de el el….

Dan masih banyak hal ‘asing’ lainnya yang dianggap aneh di zaman begini. Sekedar tahu saja. Bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kita menjadi orang asing di dunia ini karena justru mereka spesial di akhirat nanti, dan itu PASTI! Wallahu’alam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: