Membaca: Keseimbangan Alam Pikir dan Sisi Jiwa

“Membaca adalah jendela dunia. Membaca bisa membawa pembacanya menjelajah alam di luar imajinasi kita. Membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan karena perasaan membawa kita masuk ke dalamnya. Membaca menjadikan kita sedikit open minded dalam memahami banyak hal. Dan membaca membuat kita sedikit lebih bijaksana memaknai dan menyikapi hidup.”

Berikut ini saya kutipkan lebih dahulu sebuah artikel singkat. Berikut petikannya yang saya copas dari :

http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=106646

Berinternet Tingkatkan Fungsi Otak

HASIL penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa kegiatan berselancar di dunia maya bagi para pengguna internet paruh baya atau lebih tua dapat meningkatkan fungsi otak mereka.

Dr. Gary Small dari Semel Institute for Neuroscience and Human Behavior di UCLA mengatakan, “Kalangan orang tua dengan pengalaman menggunakan internet yang minim, bisa meningkatkan kemampuan fungsi otak mereka dengan berselancar di dunia maya. Bahkan meski hanya sebentar, kegiatan berinternet mampu mengubah pola aktivitas kinerja otak serta meningkatkan fungsinya. “Small dan timnya menyeleksi sekitar 24 partisipan berusia antara 55 hingga 78 tahun.

Setengah dari sampel partisipan memiliki pengalaman menggunakan internet, sementara sebagian lainnya tidak terlalu berpengalaman dalam berinternet. Setelah diberikan pelatihan internet, peneliti kemudian menganalisis aktivitas otak para partisipan yang minim pengalaman. Dengan alat khusus, terlihat bahwa hanya dalam waktu singkat, pola aktivitas otak mereka sangat mirip dengan mereka yang berada dalam kelompok yang mahir berinternet.

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan, berselancar secara online bisa menjadi bentuk latihan sederhana yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan pada orang-orang paruh baya,” kata peneliti lainnya Teena D. Moody. Menurut Moody, saat melakukan pencarian dan browsing di internet, kemampuan dalam mengingat dan menggali informasi penting dari sebuah gambar atau kata menjadi sangat penting. Oleh karena itulah, otak dipicu untuk bekerja (berpikir) lebih keras. (Xinhua/jam)***

Well, bagaimana? Sepertinya cukup menggembirakan, lho! Alam otak memang luar biasa complicated alias rumit. Alam yang sampai kapan pun manusia sangat minim menguliknya. Namun tak ada ruginya kita sedikit mengupas hikmah benda lunak dalam tempurung kepala kita.

Ternyata ada begitu banyak cara ‘menyehatkan’ otak kita. At least yang paling kita kenal adalah hubungannya dengan dunia membaca dan menulis. Ada juga istilahnya ‘merehat’ kerja otak kita.

Kita juga pasti sering mendengar dua otak, kiri dan kanan kita. Makanya jika yang dipakai selalu otak kiri, biasanya akan mudah kita mengeluh atau lelah atau apalah yang judulnya jenuh.

Sementara bila otak kanan yang bekerja, hmmm… jangankan lelah, kerasa apapun juga dijabanin. Ya, main game sederhananya. Sampai kapan juga lumayan kenyang tuh tanpa makan.

Dalam rutinitas bekerja juga demikian. Misalnya aktivitas harian saya yang kalau orang lihat kerajinan banget ngerjain ini-itu, jalan sana jalan sini. Ya, saya pekerja yang memang sering singgah ke tempat manapun orang membutuhkan jasa mengajar saya. Privat misalnya. Paginya bekerja, sorenya jalan-jalan. Begitu saja saya mengartikannya. Menyalakan api otak kanan saya agar yang saya lakukan lebih menyenangkan diri saya sendiri dan tentunya orang lain. Hasilnya, pulang tiap malam pun Alhamdulillah tidak menjadikan saya datang terlambat, selagi mampu dan memang dalam kapasitas yang saya perhitungkan. Bukankah semua hal harus diperhitungkan?

Nah, saya sendiri pun jadi lebih menghargai saya sendiri, lebih banyak mensyukuri bahwa semakin kita berterima kasih kepada Allah atas apa yang saya jalani selama ini, pasti Allah akan tambahkan lagi. Pokoknya pekerjaan dari pagi sampai sore lama-lama saya bawa enjoy. Ibaratnya saya silaturahim, menjelajah dunia yang berbeda dan penuh warna setiap kali. Malah bisa-bisanya saya yang kangen dengan siswa-siswa menjelang sore saya 🙂 tak jarang juga saya yang dikejar-kejar deringan telepon sekedar menanyakan saya jadi datang apa tidak. Bagaimana saya tidak menikmatinya? Berarti kan orang menanti saya. Kalau menjadi orang yang dinanti kedatangannya kan berarti ada gunanya… 🙂 menghibur diri ceritanya. Tapi, benar, lho!

Membaca itu memang harus distimulan. Mulai dari hal yang paling dekat saja dengan apa yang kita mau. Begitulah saya membahasakannya. Lama-lama pasti tergerak untuk mencari bahan bacaan lain yang mungkin tidak pernah kita baca sebelumnya.

Membaca itu sebenarnya dapat menyeimbangkan kerja dua otak kita. Dan tidak ngerasa cape. Kuncinya satu, ikut meleburkan diri. Ini bisa kita analogikan kalau kita melihat film. Coba kalau yang gampang terharu macam saya, melihat yang menyentuh hati aja udah langsung berlinang air mata tuh. Cuma kalo lagi otak kirinya nyadar, cepat-cepat deh ga jadi tuh air mata jatuh 🙂

Pada akhirnya suasana emosi dan wawasan keberpikiran kita cenderung lebih bijaksana. Percaya atau tidak, lakukan saja.

Nah, bila anda suka menulis atau mulai suka coba-coba menulis, lakukan saja. Mulai saja dari apa saja yang Anda suka untuk menulis. Hasilnya jauh lebih segar lagi buat otak kita. Percaya atau tidak, ini akan mempengaruhi komunikasi sosial kita. Karena dari menulis kita mulai dibiasakan berpikir logis, runut dan ada tujuannya. Masa iya nulis tidak ada tujuannya? Jadi InsyaAllah dengan menuangkan ide, kita jadi terbiasa juga kapan berbicara, kapan diam.

Mind and Soul

Saya bukan orang yang ahli untuk bicara mind and soul. Namun izinkan saya sedikit berbagi rasa tentangnya. Pikiran biasanya menuntun kita untuk ‘back to reality’. Sementara jiwa cenderung dipengaruhi oleh suasana hati (emosional). Bayangkan jika Anda tengah membuat sebuah keputusan. Betapa melelahkan sebenarnya pergulatan antara pikiran dan jiwa atau sisi emosional kita. Okelah karena saya yang berbicara ini perempuan, maka sudut pandangnya pasti dari perempuan. Itu pun berbeda-beda, ada yang dominan logis, ada yang dominan emosional. Terserah bagaimana Anda memandangnya, semoga saja dapat diterima.

Ketika harus memutuskan, peran otak kiri adalah semacam mencari bahan. Menganalisis untung rugi, manfaat atau tidak, efisien atau tidak, pokoknya yang sifatnya bahan perhitungan (kalkulatif). Sementara emosional mempengaruhi imajinasi prediksi dan lainnya yang sifatnya sugesti. Akhirnya di mana letak keputusannya? Cuma satu! HATI YANG ZMP (zero mind process)- istilah yang saya pinjam dari ESQ-165.

Untung rugi jadi tidak masalah, karena dalam jiwa yang ikhlas ujungnya bukan akhir…tapi semacam titik balik. Misalnya ketika belum sesuai dengan harapan, ya, sudah berarti memang bukan jalannya untuk dilalui. Jika ya, tentu tantangannya juga tidak main-main. Masing-masing meminta demand yang setimpal. Sayangnya ya itu tadi, sisi emosional sering kali jadi sangat dominan bila kenyataan tidak (belum) sesuai harapan. Kebanyakan kaum perempuan demikian, namun sebaliknya dengan kaum pria. Memang Allah membuat perumpamaan perimbangan yang luar biasa dengan diciptakannya Adam dan Hawa.

Ketika saya singgung dengan membaca sebenarnya saya mengajak hidup lebih produktif saja. Meskipun ada begitu banyak cara kita menyeimbangkan alam pikiran kita dengan jiwa. Not only reading. Anda bisa mengeksplor lebih luas dan dalam.

Selalulah optimis. Karena optimis itu lahir dari keberusahaan kita mengelola otak kanan dan otak kiri kita. InsyaAllah, memang kita ini tidak sempurna, namun paling tidak kita berusaha ke arahnya.

Iklan

One response to this post.

  1. Posted by ainove on 15 Maret 2011 at 13:16

    Wow, sangat mendalam analisis yang anda ajukan. Sampai2 saya tidak sanggup membaca semua tulisan anda.
    Satu yang saya petik: memang enjoy itu sangat dibutuhkan agar kita bisa optimal dalam mengerjakan suatu kegiatan. Karena kalau enjoy, bawaannya malah jadi beban, malas dan kalau dipaksa terus, akhirnya bisa jadi stress deh!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: