Selalu Ada Cara untuk Bersikap POSITIF dalam Komunikasi

Komunikasi. Membangun komunikasi itu memang susah-susah gampang. Kalau kita tidak tahu seninya memang tidak akan efektif. Dengan karakter orang yang berbeda-beda, tentunya sikap kita juga perlu berbeda. Sebagaimana Rasulullah SAW membahasakan Islam dengan bahasa kaumnya.

Dalam kehidupan kita sering menemukan berbagai sikap seseorang yang cenderung melihat realitynya dalam satu sisi. Ibarat prisma, seseorang yang banyak prasangka itu hanya bisa melihat di satu sisi. Padahal begitu banyak sisi yang tidak seperti kelihatannya. Itulah persepsi.

Seperti misalnya ketika kita tidak melihat sisi lain seseorang. Padahal kita sedang memerlukan bantuannya. Tapi hasilnya apa? Tidak sedikitpun bantuan itu tiba. Kenapa? Karena kita salah menyikapi dan memulainya. Sering kali kita salah memahami seseorang atau sekelompok orang hanya karena tidak membaca situasi. Walhasil, akhirnya kita menelan kekesalan kita sendiri.

Apa yang sebaiknya kita lakukan agar komunikasi kita bisa diterima lawan bicara kita atau dengan siapapun yang kita tuju? Inilah yang Anda harus lakukan.

1. kenalanKenali

Pertama, kenali personalnya. Apa kebiasaannya, bagaimana karakternya, apa hal yang disukainya. Dengan mengenali seperti ini, insyaAllah akan terbangun jembatan komunikasi agar maksud itu tersampaikan. Banyak sekali maksud kita jadi tidak tersampaikan karena kita tidak mengenali kebiasaan atau hal-hal yang disukainya. Sehingga bila kita bisa tahu celah itu, kita akan punya kesempatan untuk membuka komunikasi dengan baik. Apalagi karakter. Karakter setiap orang berbeda. Bila salah mengenalinya pasti salah menyikapinya. Memang sulit menyatukan perbedaan. Tapi itu bukan berarti tidak bisa bersatu. Hanya butuh sikap hati yang luwes agar apa yang kita maksudkan tercapai. Kedua, kenali suasananya. Membaca suasana ini sebenarnya tidak sulit jika kita sudah mengenali personalnya. Karena membaca suasana hati ini membutuhkan gelombang tertentu. Ya, hati punya sinyal-sinyal tertentu yang bisa ditangkap oleh hati yang lain. Itulah sebabnya, tingkatan hati ini sudah sedikit lebih jauh. Hati-hati dengan hati. Karena salah menangkap sinyal bisa fatal akibatnya.

2. presentKemaslah kata-kata

Mengemas kata-kata sebenarnya bukan sebuah kamuflase belaka. Kata-kata yang meluncur dari bibir kita sebenarnya mewakili sebenar-benarnya isi hati kita. Kalau kita sudah mengenali seseorang dengan fair, maka kita akan mengemas kata-kata kita sebaik mungkin tanpa berlebihan. Justru terkadang pada bagian inilah kita akan memperoleh kesan awal yang baik dengan lwan bicara kita. Jika kesan pertama telah muncul, maka inti maksud kita bisa kita sampaikan dengan baik. Ada memang karakter yang spontan atau blak-blakan. Namun kembali, itu dilatarbelakangi oleh karakter yang membentuknya. Biar bagaimanapun alangkah jauh lebih baik bila kesan itu sudah lebih dahulu muncul. Bahkan tanpa disangka-sangka lawan bicara kita akan memberikan lebih dari espektasi kita sebelumnya. Berharga bukan?

3. Pilih cara yang tepat!

Cara yang multiguna

Cara yang multiguna

Pernah lihat pisau lipat whole in one? Seperti di film McGyver masa lalu? Nah, setiap alat memiliki fungsinya masing-masing. Itu pun digunakan dengan pilihan waktu, situasi, dan masalah yang berbeda-beda. Misalnya bila ada paku yang matanya kembang. Memang bisa dengan pisau pipih, tapi jauh lebih cepat bila kita memakai obeng kembang. Pada akhirnya yang terjadi adalah suatu tindakan yang efektif dan efisien. Begitu pula halnya dengan komunikasi. Setiap situasi, kita harus memilih cara yang tepat dan kemungkinan besar bisa diterima dengan baik oleh si lawan bicara. Pemilihan cara ini bisa efektif bila kita mengenali kebiasaan atau hal-hal yang disukai lawan bicara kita. Cara yang kita gunakan dalam komunikasi bisa dengan cara lisan atau tulisan. Bisa dengan tools tertentu, misalnya dengan chating, sms, atau via phone. There is always a way to fix thing better. Jangan juga kita jadi orang yang cari perhatian dengan cara yang tidak atau kurang tepat! Be smart!

4. Waktu yang tepat!

Wal 'Ashr!

Wal 'Ashr!

Waktu memang rahasia Allah. Manusia memang memilih waktunya namun apa yang terjadi selanjutnya memang terserah Allah mau apa. Satu yang pasti adalah bahwa apa yang kita lakukan dengan good will maka insyaAllah akan diterima dengan good will juga oleh orang lain. Ini sering diabaikan. Kadang karena kita ingin menyampaikan sesuatu dengan terburu-buru. Pokoknya si A harus tahu maksud saya. Pokoknya dia harus ngerti sekarang juga. Pokoknya dia harus tahu! Dan pokoknya-pokoknya yang lain. Waktu itu menentukan suasana hati lawan bicara kita. Kapan ia merasa pas berbicara dengan kita. Kapan ia merasa cukup nyaman bicara dengan kita. Dengan demikian kita akan memiliki kesempatan yang jauh lebih luas.

5. Think the effect of your own words!

Think the Effect!

Think the Effect!

Berpikirlah dahulu sebelum kita berbicara. Ya, memang sulit. Mana bisa berpikir dulu kalau sudah keburu ingin berbicara. Aneh? Ya, sulit kalau sudah emosi memang, sulit juga kalau sudah punya prasangka negatif. Memang yang sering terjadi justru sebaliknya, berbicara dulu mikirnya nanti. Akhirnya sering terjadi kesalahpahaman. Tapi, Bisa!! Kalau kita sering menghadapi konflik, kita akan sering berlatih. Terbiasa menghadapi konflik dalam komunikasi akan membuat kita mengevaluasi cara-cara kita sehingga dengan sendirinya akan memperkaya jiwa kita dengan cara-cara yang baik dalam berkomunikasi. Benar memang bahwa pengalaman akan memperkaya kita. Jadi kita punya cadangan cara bila kita suatu saat membutuhkan alternatif solusi.

6. Bangunlah kepercayaan

Build it up!

Build it up!

Membangun kepercayaan sebenarnya membutuhkan ruang tersendiri, perlu kolom tersendiri. Namun di sisi ini, kepercayaan akan menjadi jalan mulus bagi terbukanya komunikasi. Mana ada dua orang yang mau secara willingly mengkomunikasikan maksudnya bila sudah ada keraguan? Itu tidak akan pernah terjadi. Percaya yang pertama itu adalah pada diri anda sendiri. Percaya pada apa yang anda katakan sejauh itu adalah hal yang positif. Orang yang berbuat jahat saja percaya dengan kata-katanya yang salah. Tentu bila kita benar jangan lagi mundur dengan kata-kata kita sendiri. Itu namanya looser.

7. Mulailah berbicara

Mulai detik ini!

Mulai detik ini!

Kalau anda sudah siap dengan segalanya, tentu percuma bila tidak dimulai. Speak it up. Tidak penting bagaimana reaksinya. Yang terpenting awalnya sudah baik. Tetap pikirkan efeknya yang jangan berlebihan. Setelah itu, bicaralah dengan baik, from the heart. Pasti nyaman kedengarannya. Siapapun itu akan menerima dengan baik pula. Berbicara dengan intonasi yang baik akan mampu membawa lawan bicara kita akan menerima maksud kita dengan baik. Berikan analogi atau gambaran yang sesuai untuk maksud yang kita ingin sampaikan. Dengan cara ini kita akan masuki celah lawan bicara dengan pas. InsyaAllah… Kalau kita bisa memulainya untuk apa lagi menundanya?

8. Rasakan empati anda

Please, feel my pain!

Please, feel my pain!

Manusia yang paling tepat untuk menggambarkan sosok manusia dengan emphaty terbesar adalah hanyalah suami Khadijah r.a., Rasulullah SAW. Jika anda ingin mengambil hati lawan bicara anda, sangatlah baik jika anda berusaha menghadirkan empati pada lawan bicara anda. Walaupun anda memiliki waktu yang singkat namun usaha menghadirkan empati tentu akan menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Lalu bagaimana cara membangun empati walaupun sedikit saja? Hanya satu hal yang pertama kita lakukan…. you know what? Try to listen first …. InsyaAllah itulah gerbang pertama kita menghadirkan komunikasi yang sehat. InsyaAllah.

Semua hal ini tentu berproses, butuh latihan, perlu selalu dievaluasi, dan rentan untuk dilupakan. Namun faktor yang terpenting dalam menyikapi komunikasi dan efeknya adalah berusaha selalu memperbaiki dengan lapang dada. Komunikasi kita akan tertutup manakala kita sendiri yang membuatnya demikian. Seperti ucapan seorang yang diberikan saran tentang hal yang dilakukannya yang kemudian berkata, “No comment! No comment! Pokoknya kerjakan saja yang ada ini.” Plus wajah yang tidak bisa dibohongi bahwa ia tidak ingin dikonfrontasi. Tidak ingin diberi saran. Tidak ingin dikomentari. Tidak ingin diberi tahu. Tidak ingin mendengar. Tidak ingin diprotes. Tahukah anda mengapa ada orang seperti itu? Jawabannya hanya satu. Karena ia TIDAK (belum) TAHU CARA MENYIKAPINYA! So, belajarlah selalu. All your life, all your time. friendsKomunikasikan apa yang ada di hatimu dengan hati karena kata hanya diterima dengan hati bukan dengan pikiran belaka. Pikiran tidak akan cukup mengartikan sebuah kata. Namun hati sangatlah dalam mengartikan sebuah tindakan. Dan memang seribu kata tak ada artinya dibandingkan satu perbuatan. Karena kata-kata bisa dilupakan namun tindakan kita akan terpatri dalam jiwa dan tersimpan dalam memori.

Iklan

7 responses to this post.

  1. Posted by umi ilma R on 25 Juni 2009 at 13:16

    Thanks berat ya sist… kebetulan daku lg ada mis komunikasi sama seseorang… baca artikelmu bikin daku mencoba belajar POSITIF dalam berkomunikasi…

    Miss u so much… kapan ya kita bisa ngobrol2 lg… ikut fb atuh…

    Balas

  2. Posted by melda lestari on 31 Juli 2009 at 13:16

    bermakna banget,,tapi kayaknya rada susah buat diterapin dalam kehidupan.

    Balas

  3. Posted by milyandra on 4 Agustus 2009 at 13:16

    bagus

    Balas

  4. nais posting…
    salam kenal ^^,

    Balas

  5. Posted by mas.harry on 28 Januari 2010 at 13:16

    makasih artikelnya sangat membntu,udh lma mncri artikel kyk gini akhirnya ketemu juga..hehe..trim’s

    Balas

  6. Posted by inazharifah on 17 Februari 2010 at 13:16

    yaah… alHmdllah,,, membangun banget!…..
    yaahh… betul banget… inas senang banget baca” yak gini yanch yaa atas solusinya. makin percaya deh! 😀

    Balas

  7. Posted by Ians on 1 Januari 2011 at 13:16

    maNtaaap…

    thAnkz Krna UdaH bagi ilMu……..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: