Membaca dan Mengalami = Feel!

Malam ini, kali ke sekian jari ini menekan tombol-tombol laptop yang telah seminggu juga tidak diaktifkan. Bahkan ini tulisan perdana saya di awal tahun 2010 di hari ke-10. Sebenarnya akhir-akhir ini saya sedang sedikit memberi ruang dan waktu juga untuk jiwa ini dengan pencerahan bentuk lain, namanya baca buku. Sekali lagi, memang bukan hal baru. Tapi dengan menyelaminya…akan selalu terbuka daerah jelajah baru yang fantastis. Kadang saat atau setelah membaca buku, ada rasa sedih sendiri, mikir sendiri, tertawa sendiri, bengong sendiri…bahkan memuji diri sendiri yang ketahuan polosnya.

Kalau saja orang tahu bagaimana asyiknya menjelajahi dunia yang baru kita tahu…? Wah! Akan banyak hal yang menambah kualitas mental dan jiwa kita. Ya, sebagaimana sedikit atau salah satu tip memulai sesuatu yang disebut membaca, maka mulailah dari sesuatu yang kita sukai lalu beranjak kepada sesuatu yang membuat kita penasaran. Memang tidak ada gunanya membaca tanpa semangat, semangat saja juga belum cukup karena tidak ada tekad. Lalu bagaimana mengundang semangat datang? Ya, Anda harus memiliki harapan!

Kali ini ada sesuatu yang menarik untuk dibagikan ke tengah Anda semua. Pernah tidak ketika membaca sesuatu yang baru, lalu keesokan harinya atau pada hari-hari berikutnya, kita dihadapkan pada apa yang baru kita baca kemarin?

Saat ini saya membaca buku yang sebetulnya jarang pernah saya mau baca karena ceritanya belum jadi urusan saya banget. Kalau sudah saya baca pasti akan saya referensikan di blog ini. Karena ceritanya juga saya masih membacanya dan dengan membacanya itu benar-benar memberikan nasihat yang manusiawi, mengena, tidak menggurui, dan membuat kita membaca terus berulang-ulang. Wajar juga jadi begitu karena ini semacam buku terapi sederhana. Bahkan isinya pun banyak dibahas di media-media lainnya. Apa itu? Nanti…setelah saya selesai membacanya, pasti akan saya bagi!

Jadi, setelah saya membaca suatu yang harus saya pahami, berhubung buku ini termasuk buku terapis, pastinya harus dipahami dengan merasakannya. Ternyata ketika kita harus menjadi pribadi yang banyak mendengarkan, maka kita akan menjadi pribadi yang penuh kasih…penuh damai…dan full of life. Saya sempat tergugah juga menyadari hal seperti ini. Karenanya saya mengangguk menyetujui isi buku yang baru saja saya baca, lalu dengan takdir mempertemukan saya supaya saya mengerti dan memahami…apa yang baru saja saya baca. Sungguh luar biasa! Tidak disangka ternyata setelah bab membaca, maka bab baru yang harus kita kembangkan adalah bab mendengarkan. Karena menjadi pribadi yang demikian tidak mudah! Saya belajar mengalaminya dan menyelaminya dengan baik. Berusaha menghubungkan puzzle yang saya susun antara membaca dengan menghadapi realitanya.

Bahkan minggu malam yang lalu sesaat sebelum saya menutup pembicaraan dengan teman saya yang lama tak jumpa, kami jumpa di chatting room, saya meminta nasihat darinya. Dia hanya bilang, “Sabar dan tawakal billah.”

Esoknya…ternyata kejadian juga bahwa ternyata diuji juga tuh kesabaran dan tawakal saya. Padahal chatting dengan teman saya itu pun selama hampir 4 jam judulnya saya memberi kesempatan padanya untuk bercerita. Itu persis setelah saya membaca bab tentang menjadi pendengar. Wow! Saya langsung mensyukuri pelajaran ini. Benar-benar tidak disangka. Saya jadi tersenyum sendiri….

Semoga dengan menyadari bahwa bukan usia kita saja yang bertambah, semoga kita pun memberi ruang bagi jiwa kita untuk mengembangkan dirinya. Selama kita memberinya kesempatan, bukan malah memenangkan nafsu atau emosi kita semata. Ya, ini perlu pembelajaran. Selama pembelajar itu tahu untuk selalu menambah pengalaman, dia tidak akan pernah berhenti. Kalau sudah berhenti, biasanya harapan sudah jauh dari pikiran.

Selamat menikmati menjadi manusia pembelajar, sepanjang hayat!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.